Logo
Loading...

Gerakan Peningkatan Inovasi pada Dinas DKP Provinsi Kepulauan Riau

Terbit : Selasa, 28 April 2026
Pukul : 11:00 WIB
Dilihat : 4 Kali
Bagikan Berita Ini
Gerakan Peningkatan Inovasi pada Dinas DKP Provinsi Kepulauan Riau
Rapat Tim Kerja Inovasi Penyiapan Persyaratan Inovasi AquaDBMS

Dalam rangka mendukung pelaksanaan Gerakan Peningkatan Inovasi pada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau, sebagaimana imbauan Surat Edaran Gubernur Kepulauan Riau Nomor B/800.2/1169.1/BPPP-SET/2025 tanggal 24 Desember 2025 tentang Pelaksanaan Gerakan Peningkatan Inovasi pada Perangkat Daerah dan Satuan Pendidikan di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau,  Bidang Perikanan Budi Daya turut serta, dengan mengusung inovasi Sistem Pengelolaan Basis Data Perikanan Budidaya/ Aquaculture Database Management System (AquaDBMS).


“Tiada Hari Tanpa Rapat,”  itulah yang dirasakan semua personil Tim Kerja Inovasi AquaDBMS sejak Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kepulauan Riau  melayangkan Surat Nomor: B/400.1.2.5/93/BPPP/2026 tanggal 7 Maret 2026 hal Data Dukung Indikator Daerah.  Semua sumber daya yang ada pada Bidang Perikanan Budi Daya dikerahkan untuk memenuhi data dukung 41 indikator pada Proposal Inovasi.    Agenda rapat inovasi AquaDBMS dimulai dari Pembentukan Tim Kerja Inovasi, Perancangan Inovasi, Menghimpun dan Memverifikasi Data, Menginput Data, melakukan uji coba dan menerapkan inovasi.  Setiap agenda rapat, penuh dengan perdebatan dan “adu urat leher”.

Aplikasi pengelolaan data perikanan budidaya AquaDBMS yang telah digunakan untuk pengumpulan data dan penyusunan database perikanan budidaya seiring berjalannya waktu perlu dilakukan upgrading atau pengembangan untuk menjawab beberapa permasalahan dan memenuhi kebutuhan yang semakin berkembang terkait pengelolaan dan penyajian data perikanan budidaya.  Beberapa rincian teknis dan aktivitas yang telah dilaksanakan oleh Tim Kerja Inovasi AquaDBMS bersama konsultan/Tim IT untuk pengembangan AquaDBMS pada tahun 2026 ini terdiri dari: 

 1. Mengupload server AquaDBMS (versi 2) pada link Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau.

2.  Memperbaiki lisensi peta Google map.

3.  Menambahkan validasi untuk menghindari duplikasi (double input) data unit budidaya.

4.  Menambahkan data penyakit dan kualitas air pada unit budidaya pembenihan, pendederan, dan Bioflok.

5.  Menambahkan pencarian data unit budidaya berdasarkan komoditas atau spesies.

6.  Mengubah pencarian data pengelola dan lembaga menjadi satu inputan.

7.  Mengubah tampilan tabel pada setiap unit budidaya.

8.  Melakukan penambahan tematik zonasi perikanan budidaya,  tangkap dan konservasi.

9.  Memperbaiki rasio pemanfaatan input data potensi dengan existing budidaya.

10.   Mengingatkan petugas/operator pengelola data pada aplikasi AquaDBMS, supaya pada saat input data, titik koordinat lokasi harus input dalam format decimal, agar lokasi unit budidaya dapat muncul dalam peta AquaDBMS.

11.   Penambahan summery total produksi pada unit budidaya sesuai dengan filter.

12.   Pada grafik produksi agar ditambahkan grafik perkembangan produksi per kabupaten/kota (report jumlah produksi per kab/kota 5 tahun terakhir).

13.   Penambahan tematik zonasi pada aplikasi AquaDBMS  (belum ada zona industri, pertambangan, alur pelayaran). Pengembangan aplikasi harus dapat menampilkan zonasi aspek sektor kegiatan lain untuk melihat kesesuaian lokasi budidaya dan potensi risiko lokasi yang tidak sesuai. Perlu pembedaan warna pada masing-masing peta zonasi peruntukan. Zonasi agar ditampilkan per kab/kota.

14.   Memperbaiki Landing page agar dapat menayangkan informasi data yang perlu diakses publik (jumlah RTP, jumlah unit budidaya, jenis budidaya, produksi, luasan lahan).

15.   Dst. 

Hingga akhirnya hari ini (28 April 2026), Rapat inovasi AquaDBMS yang penuh perdebatan dan adu urat leher  tersebut berhasil memenuhi  semua data dukung indikator proposal inovasi yang dipersyaratkan dengan tampilan halaman muka yang sangat menarik.
Poster Event :

Pencarian Judul