Logo
Loading...

Sejarah

Tentang AquaDBMS
Bagikan Halaman Ini

AQUADBMS INOVASI DIGITAL UNTUK TATA KELOLA PENDATAAN AKUAKULTUR TERKINI

 

Sistem Pengelolaan Basis Data Perikanan Budidaya/Aquaculture Database Management System (AquaDBMS) adalah inovasi yang bereferensi geospasial dan memuat berbagai informasi yang terbangun dari peta tematik melalui terobosan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Manajemen Basis Data Relasional (Web PHP MySQL), mengintregrasikan data spasial dan non spasial untuk menghasilkan analisis yang real time dan akurat berupa visualisasi yang menampilkan data yang informatif, jaminan keamanan data, kemudahan pemeliharaan sistem, efisien waktu dan biaya serta mudah diakses.

Aplikasi ini dikembangkan oleh Bidang Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri guna menyajikan informasi tentang potensi dan eksisting pemanfaatan kawasan perikanan budidaya dalam mendukung perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi pembangunan perikanan budidaya dalam mendukung pengambilan kebijakan  sektor kelautan dan perikanan di Provinsi Kepulauan Riau.

1. Profil Perikanan Budidaya Kepri

Secara umum memiliki potensi lahan perairan laut untuk kegiatan marikultur pesisir (Coastal marine culture) di Kepulauan Riau mencapai luas 91.074,09 hektar yang tersebar di 7 (tujuh) kabupaten/kota. Komoditas unggulan budidaya laut meliputi Ikan Kerapu (kerapu macan, kertang, lumpur dan bebek), Kakap Putih, Bawal Bintang, Teripang, Napoleon dan Rumput Laut.

Capaian produksi perikanan budidaya pada Tahun 2025 sebesar 40.325,87 Ton dengan nilai indeks kesejahteraan pembudidayaan ikan (NTPi) sebesar 88,18 % Jumlah produksi perikanan tersebut didukung oleh empat kegiatan utama yaitu kegiatan peningkatan usaha dan produksi budidaya, penyediaan sarana dan prasarana bagi pembudidaya ikan, pengendalian kawasan dan kesehatan lingkungan serta Penyediaan data dan informasi.

Target indikator Pembangunan Perikanan Budidaya pada Tahun 2026 terdiri dari dua Indikator Kinerja Utama (IKU) yang harus tercapai yaitu jumlah produksi perikanan budidaya sebesar 42.508,16 Ton dan Indeks Kesejahteraan Pembudidaya ikan yang digambarkan oleh pencapaian Indeks Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) sebesar 112,32 %.

2. Problematika Pengelolaan Data Kelautan dan Perikanan

Masih lemahnya sistem pengelolaan data produksi perikanan budidaya dan terbatasnya penggunaan teknologi dalam penyediaan data disebabkan oleh :

  • Ketersediaan dan kualitas data perikanan budidaya yang rendah dan belum akurat.
  • Koordinasi dan tata kelola data lemah.
  • Terbatasnya akses terhadap teknologi dan inovasi dibidang perikanan budidaya.
  • Belum optimalnya digitalisasi (masih banyak proses manual dan aplikasi belum digunakan secara luas).
  • Kesenjangan infrastruktur digital seperti akses internet terbatas diwilayah budidaya.
  • Rendahnya literasi dan partisipasi pelaku.
  • Keterbatasan sistem monitoring dan evaluasi sulit memantau produksi secara real-time.

3. Saat Sebelum dan Sesudah adanya Inovasi AquaDBMS

Kondisi Awal Sebelum Penciptaan Inovasi 

Pengelolaan data dan informasi perikanan budidaya sebelumnya dilakukan dengan metode pencatatan secara manual dengan berbagai keterbatasan seperti sulitnya mengintegrasikan data, tidak efisien dan membutuhkan waktu yang lama karena sulit mencari dan memproses. Berpotensi kehilangan dokumen serta sulit mengintegrasikan data ke dalam sistem yang lebih besar. 

Kondisi Setelah Penciptaan Inovasi 

Pengelolaan data dan informasi perikanan budidaya sebelumnya dilakukan dengan metode pencatatan secara manual dengan berbagai keterbatasan seperti sulitnya mengintegrasikan data, tidak efisien dan membutuhkan waktu yang lama karena sulit mencari dan memproses. Berpotensi kehilangan dokumen serta sulit mengintegrasikan data ke dalam sistem yang lebih besar. 

Selanjutnya inovasi ini bermanfaat untuk membangun manajemen informasi yang handal dengan membentuk data yang terstruktur melalui akurasi lokasi serta penerapan input data secara langsung, pencadangan dan pemeriksaan data secara berkala serta sistem keamanan data yang terjamin. Efisiensi pengelolaan data tersebut didukung dengan penguatan validasi lapangan melalui penyediaan perangkat yang mutakhir. Inovasi ini juga dapat meningkatkan literasi teknologi dan pembangunan kesadaran pengguna akan pentingnya kualitas data sebagai dasar pengambilan keputusan yang tepat.

4. Keunggulan dan Kebaharuan Inovasi AquaDBMS

    Keunggulan :

  • Menggunakan referensi geospasial (berkoordinat).
  • Mengintregrasikan data spasial dan non spasial. 
  • Menganalisis secara langsung dan akurat.
  • Memberikan jaminan keamanan dan kepemilikan data.
  • Memvisualisasikan data secara informatif. 
  • Mempermudah pemeliharaan sistem, efisien waktu dan biaya serta mudah diakses.

    Kebaharuan :

  • Sistem pendataan sudah digital. 
  • Tingkat akurasi data tinggi.
  • Presisi lokasi lebih akurat.
  • Basis data sudah terstandarisasi.
  • Kualitas data lebih baik.
  • Pengolahan data lebih cepat.
  • Keamanan dan kepemilikan data terjamin.
  • Visualisasi data lebih menarik dan informatif.

 5. Tahapan Inovasi AquaDBMS

  • Inisiasi Inovasi oleh Bidang Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri pada tanggal 03 Agustus 2021. 
  • Tahapan Uji coba perencanaan aspek Konfigurasi Sistem dan Set Up (Test Planning) pada tanggal 01 sampai 10 Oktober 2021.
  • Tahapan Pelaksanaan Pengujian Sistem Inovasi Untuk Menguji Hubungan Antar Sistem (Test Execution) pada tanggal 13 Oktober 2021. 
  • Tahapan Penginputan Data untuk Pembuatan Kasus Uji (Test Case Development) mulai bulan Oktober 2022 sampai Oktober 2024.
  • Tahapan Pembaharuan Aplikasi (Application Update) Pertama   pada tanggal Oktober sampai Desember 2024.
  • Tahapan Pelaksanaan Pengujian Ulang Sistem Inovasi untuk Menguji Sistem Secara Keseluruhan (Re-testing) pada tanggal 12 Desember 2024.
  • Tahapan Pembaharuan Aplikasi (Application Update) Kedua untuk Pengujian Akhir pada Bulan Januari sampai April 2026.
  • Pengujian Akhir oleh Pengguna untuk memastikan Sistem Inovasi memenuhi kebutuhan (User Acceptance Test) pada bulan April 2026.

6. Jenis/Bentuk/Urusan Inovasi Daerah :

    Inovasi Digital/Inovasi Tata Kelola Pemerintah Daerah/Urusan Kelautan dan Perikanan

7. Tujuan Inovasi AquaDBMS

  • Menginventarisasi seluruh sumber daya perikanan budidaya (Lingkungan, SDM dan Kelembagaan) yang ada di kawasan perikanan budidaya agar dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan.
  • Menyediakan data potensi, pemanfaatan eksisting dan permasalahan yang ada di sentra-sentra perikanan budidaya untuk menyusun rencana pembangunan yang lebih efektif, terarah dan berkelanjutan.
  • Mendukung pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat pesisir khususnya pembudidaya ikan.
  • Meningkatkan konektivitas antar pelaku usaha perikanan dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau.

8. Manfaat Inovasi AquaDBMS

  • Meningkatkan efisiensi dan produktifitas pengelolaan data perikanan budidaya dalam penyediaan basis data perikanan budidaya.
  • Meningkatkan kualitas data dan analisis dalam mengoptimalkan pemanfaatan potensi kawasan budidaya yang berbasis daya dukung lingkungan.
  • Membangun sistem produksi perikanan budidaya dari hulu ke hilir secara terintegrasi.
  • Meningkatkan keamanan data dan kemudahan pemeliharaan sistem informasi/aplikasi.
  • Ketersediaan data yang terintegrasi membantu mempercepat proses analisis dan pengambilan keputusan.
  • Mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi tentang perikanan budidaya. 

9. Hasil Inovasi AquaDBMS

  • Tersedianya pengelolaan data perikanan budidaya dalam satu sistem terpusat yang berbasis geospasial dan dapat memuat berbagai informasi yang terbangun dari berbagai peta tematik dan atribut (batas administrasi wilayah, zona perikanan budidaya laut dan garis pantai) sehingga memudahkan dalam mengambil keputusan yang optimal. 
  • Meningkatan kualitas layanan data yang lebih modern, terbuka, dan mudah diakses.
  • Menyebarluaskan informasi (diseminasi) tentang perikanan budidaya.