Logo
Loading...

DKP Kepri Hadirkan AquaDBMS, Inovasi Teknologi Pendataan Perikanan Budidaya

Terbit : Selasa, 28 April 2026
Pukul : 09:00 WIB
Dilihat : 6 Kali
Bagikan Berita Ini
DKP Kepri Hadirkan AquaDBMS, Inovasi Teknologi Pendataan Perikanan Budidaya
Kepala Bidang Perikanan Budidaya

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Riau menghadirkan terobosan baru dalam pengembangan budidaya laut lewat inovasi digital Aquaculture Data Base Management System (AquaDBMS).

AquaDBMS ini merupakan sistem pengelolaan basis data perikanan budidaya berbasis platform Geoghrapic Information System dan Web PHP My SQL.

Kepala Dinas DKP Kepri, Said Sudrajat mengatakan, aplikasi ini bekerja dengan data yang berkoordinat, mampu menggabungkan data, mengatur data, dan melakukan analisis data sehingga membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas didalam perencanaan sekaligus dapat mengetahui perkembangan perikanan budidaya secara real time.

“Basis data yang dikelola oleh aplikasi ini meliputi profil unit usaha budidaya seperti keramba, tambak, kolam, unit pembenihan, unit pendederan dan bioflok untuk jenis komoditas ikan air laut, air payau dan air tawar,” katanya, Rabu (12/11/2025).

“Adapun entitas dari masing-masing basis data terdiri dari jenis unit usaha, kelayakan teknis usaha, jumlah produksi, kondisi perairan dan jenis penyakit ikan,” lanjutnya.

Dengan aplikasi ini, data perikanan budidaya akan semakin akurat, terkini, dan mudah diakses untuk mendapatkan informasi tentang potensi dan eksisting kawasan perikanan budidaya yang terintegrasi dalam mendukung perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi pembangunan perikanan budidaya di Kepri.

“Tujuan utamanya adalah pengembangan kualitas pelayanan dan tata kelola pemerintahan yang berbasis teknologi informasi yang efektif dan efisien,” ujarnya.

Said menjelaskan, aplikasi AquaDBMS telah melalui tahap pengembangan pengembangan dan penyempurnaan dengan menambahkan fungsi fitur-fitur baru pada bulan Oktober 2024.

Penyempurnaan ini untuk mengakomodir kebutuhan display untuk menunjang kegiatan replikasi dan adopsi oleh instansi lain khususnya di dinas yang membidangi perikanan di kabupaten/kota.

“Saat ini aplikasi sedang menjalankan tahapan pengenalan pengoperasian dan replikasi di seluruh Kabupaten/Kota bekerjasama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Kota untuk mempercepat penyebaran dan peningkatan pelayanan publik dengan mengadopsi dan mengimplementasikan inovasi tersebut,” jelasnya.

Said menuturkan, pada tahun 2025, AquaDBMS telah ikut berpartisipasi dalam pemenuhan Indeks Inovasi Daerah (IID) yang diadakan oleh Kemendagri dan Barenlitbang Kepri dan mendapat nilai estimasi tertinggi di dalam pemenuhan persyaratan Inovasi Daerah yang berbasis digital untuk kategori Inovasi Tata Kelola Pemerintahan.

“Inovasi ini telah terdaftar dalam Surat Pencatatan Ciptaan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) Nomor: EC002025094551 tanggal 22 Juli 2025 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum RI,” tuturnya.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Ulia Fachmi menambahkan, Kepri memiliki potensi yang besar baik di sektor perikanan tangkap maupun budidaya.

Potensi disektor perikanan budidaya di Kepri seluas 455.853 Ha terdiri dari 54.746 ha untuk marikultur pesisir dan 400.127 Ha untuk mariculture lepas pantai dengan potensi luas lahan dominan ada di Kabupaten Lingga, Kota Batam dan Kabupaten Karimun dengan produksi unggula utama Ikan Kerapu, Kakap Putih, Bawal Bintang, Teripang, Rumput Laut dan Udang. Pada Tahun 2024 capaian produksi perikanan budidaya kepri mencapai lebih 39.897 Ton.

“Besarnya potensi kelautan dan perikanan Kepri menjadikan sektor ini memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif sekaligus menjadi program unggulan penggerak perekonomian masyarakat,” tambahnya.

Menurutnya, beberapa permasalahan makro dalam pengelolaan perikanan budidaya yaitu belum tersentranya pengembangan perikanan budidaya dalam bentuk klaster komoditas unggulan sesuai dengan potensi kawasan serta pola segmentasi aktivitas usaha budidaya.

“Saat ini masih dilakukan secara parsial dan belum terhubung dengan manajemen yang baik, terbatasnya sarana dan prasarana budidaya perikanan skala menengah dan besar serta masih rendahnya kualitas teknis dan manajemen pelaku usaha budidaya,” terangnya.

Pada era digitalisasi teknologi informasi, inovasi pengembangan aplikasi memegang peran penting untuk mendukung dalam hal penyediaan data dan informasi yang cepat dan akurat.

Kondisi permasalahan di daerah saat ini yaitu masih terbatasnya pembangunan sistem data perikanan yang akurat, riil, komprehensif dan terkini sehingga menyebabkan kurangnya informasi dalam penyediaan data yang akurat, terkini dan mudah diakses.

Ia pun mengaku optimis, seluruh persoalan pengembangan budidaya ikan ini akan dapat diminimalisir melalui aplikasi AquaDBMS.

“Kami percaya, inovasi dalam bentuk aplikasi AquaDBMS ini akan berhasil mengatasi permasalahan yang ada,” imbuhnya.

Link Youtube : https://youtu.be/iIcMF7CDcpg?si=_uPpb2WkuQJtR4a4

Penulis: Nuel

Pencarian Judul